Pentingnya Pendidikan Agama Di Masa Balita




JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011 M/1432 H
KATA PENGANTAR
Puji syukurPenulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat, diantaranya nikmat hidup, sehingga Penulis masih bias menikmati kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan maklah ini dengan ilmu pengetahuan yang telah Allah berikan.
Sholawat serta salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, manusia penuh kesabaran, keadilan, kebijaksanaan, serta pengetahuan yang luas yang telah membawa panji-panji Islam di muka bumi ini.
Alhamdulillah makalah dengan judul PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA DI MASA BALITA ini dapat penulis selesaikan.
Pengetahuan tentang psikologi agama ini sangat penting manakala seorang ayah dan ibu ingin mengetahui apa yang sebaiknya mereka lakukan dalam membesarkan anaknya, dan apa saja yang mesti dilakukan si anak dalam usia pertumbuhannya.
           
Ciputat, 20 April 2011

Penulis










DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………...………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….ii
BAB I             PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang……………………………………………………………1
1.2. Tujuan penulisan………………………………………………………….1
1.3. Batasan Masalah…………………………………………………………..1
1.4. Rumusan Masalah………………………………………………………...2
1.5. Metode Penulisan….……………………………...………………………2
1.6. Sistematika Penulisan………………………...…………………………...2
BAB II            PEMBAHASAN
                        2.1. Definisi Pendidikan Agama………………………………………………3
                        2.2. Pendidikan Anak untuk Balita……………………………………………3
      2.3. faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan Anak Balita..…...4
                        2.3. Cara Menumbuhkan Nilai-nilai Agama pada Anak di Masa Balita………5
                        2.4. Tujuan Penanaman Pendidikan Agama pada anak di masa balita………..8
BAB III          PENUTUP
                        3.1. kesimpulan…………………………………………………………….…..9

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Orangtua mana yang tidak ingin melihat anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan mempunyai kelakuan baik? Tentu, setiap orang tua menginginkan hal itu. Namun, jika dalam mendidik anak, orangtua tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang cara-cara mendidik dan membesarkan anak dengan baik lagi ideal, kemudian mereka menetapkan metode yang salah  dalam menghadapi anak, bukan tidak mungkin si anak tumbuh liar dan tidak di inginkan.
            Semua anak memang tidak bisa disamakan begitu saja. Masing-masing mempunyai karakter dan pembawaan sendiri-sendiri. Sebagaimana juga dengan orangtua, mempunyai latar belakang pendidikan dan gaya hidup yang berbeda satu sama lain. Sehingga dengan demikian,tidak semua teori psikologi dan pendidikan untuk anak, dapat diterapkan secara mutlak. Namun paling tidak sifat-sifat dan kebiasaan anak-anak secara umum banyak kesamaannya.

1.2.Tujuan Penulisan
Setiap sesuatu pasti memiliki maksud dan tujuannya masing-masing, begitu juga dengan penulisan makalah ini. Penulis sengaja memilih judul ini dengan tujuan:
a.       Mengetahui apakah penting pendidikan Agama di masa balita
b.      Mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi perkembangan pendidikan anak balita
c.       Mengetahui bagaimana cara menanamkan pendidikan dalam keluarga
d.      Mengetahui apakah tujuan dari pendidikan Agama di masa balita

1.3. Batasan Masalah
Penulis membatasi pengkajian dalam penulian makalah ini.masa balita yang dimaksud disini adalah dari usia 0-5.

1.4. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apakah definisi pendidikan Agama Islam?
2.      Apakah penting pendidikan Agama di masa balita?
3.      Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pendidikan Agama bagi anak usia balita?
4.      Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai Agama di masa balita?
5.      Apakah tujuan pendidikan Agama di masa balita?

1.5.Metode penulisan
Dalam penyusunan makalah ini Penulis menggunakan metode tinjauan pustaka. Metode ini di gunakan dengan cara mencari informasi data-data dari buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibahas.
1.6. Sistematika penulisan
Dalam penulisan makalah ini, Penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN, yang berisikan: Latar Belakang, Tujuan Penulisan. Agar pembahasan yang akan dibahas tidak terlalu meluas maka Penulis menbatasi masalah yang akan dikaji dengan batasan masalah melalui Perumusan Masalah, Penulis juga menggunakan Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN, yang berisikan: Definisi Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Untuk Anak Balita. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan Anak Balita. Cara menumbuhkan Nilai-nilai Islam dalam keluarga. Tujuan Penanaman Pendidikan Islam dalam keluarga.
BAB III PENUTUP, yang terdiri dari kesimpulan yang telah penuis tujukan.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Definisi Pendidikan Agama
Pendidikan mencakup setiap perbuatan setiap perbuatan pada kecendrungan, watak dan akhlak kita secara tidak langsung dilengkapi oleh faktor-faktor lain, seperti: norma-norma syariat, atau norma-norma sipil, sistem pemerintahan pola-pola kehidupan, tradisi masyarakat, dan berbagai macam-macam lingkungan.[1]
Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih daripada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sedang pendidikan merupakan transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya.[2]
Sebelum menyoal hakikat pengertian pendidikan agama islam yang harus di fahami dahulu definisi Islam. Islam berasal dari kata sallama yang berarti damai dan selamat. Sedangkan menurut istilah Islam berarti tunduk dan patuh terhadap apa yang di perintah Allah baik yang di muat dalam Al-Qur’an dan hadist untuk mencapai kesejahteraan dan keselarasan hidup. Baik dunia maupun di akhirat.  Berdasarkan hadist tersebut dapat difahami bahwa pendidikan agama Islam akan bermuara pada pada penanaman moral atau akhlak. Sebab pada titik ini nantinya akan tercipta proses pemeliharaan dan penguatan potensi insane untuk menumbuhkan kesadaran dalam menemukan kebenaran.[3]
2.2. Pendidikan Agama untuk Balita
Abdurrahman Ibnu Khaldun mengatakan “ Bahwa memberikan pendidikan dimasa kanak-kanak itu lebih meresap dan akan menjadi dasar dalam kehidupan selanjutnya, sebab hal yang pertama kali masuk kedalam jiwanya itu akan merupakan landasan bagi kemampuan serta keahlian, dan perkembangan dia selanjutnya akan banyak terpengaruh pada landasan tersebut.”[4]
Betapa pentingnya pendidikan bagi masa kanak-kanak /balita sudah menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan sejak zaman dahulu, baik Ulama dan sarjan-sarjana Muslim sendiri maupun dari kalangan luar. Di kemukakan beberapa pandangan dan pendapat dari Ulama.
Syaikh Ibnu Jauzi dalam “At-tibbur Rukhani” mengatakan “Bahwa sebaik-baiknya memberikan bimbingan adalah pada waktu anak masih kecil, jika anak itu sudah besar dia sudah besar ia sudah mempunyai suatu macam tabiat dimana dia akan berkembang menurut tabiat itu, dan jika sudah biasa dalam keadaan demikian dia akan sukar diubah.”[5]
Dengan demikian, maka dalam waktu yang begitu penting memberikan bekas bagi tiap-tiap jiwa manusia (kanak-kanak) itu jangan sampai kita lewatkan kesempatan untuk menuangkan jiwa keislaman padanya, sebab waktu yang begitu baik untuk mengisikan jiwa keislaman tesebut tidak dapat dinanti kembali di dalam kesempatan lain.
Pendidikan Agama sesungguhnya jauh lebih berat dari pada pengajaran pengetahuan umum apapun.beratnya tidak terletak pada ilmiyahnya akan tetapi, pada isi dan tujuan pendidikan itu sendiri.[6]

2.2. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Pendidikan Anak Balita
Pendidikan anak usia balita terjadi secara tidak formal. Pendidikan agama pada umur ini melalui semua pengalaman anak, baik melalui ucapan yang didengarnya, tindakan, perbuatan dan sikap yang dilihat maupun perlakuan yang dirasakannya. Oleh karena itu, keadaan orang tua dalam kehidupan mereka sehari-hari mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pembianaan kepribadian anak.
Karena pada tahun-tahun pertama dari pertumbuhan itu, si anak belum mampu berpikir dan perbendaharaan kata yang mereka kuasai masih sangat terbatas, serta mereka belum mampu memahami kata-kata yang abstrak.
            Si anak mulai mengenal Tuhan dan Agama, melalui orang-orang dalam lingkungan tempat mereka hidup. Jika mereka lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang beragama, mereka akan mendapat pengalaman melalui ucapan, tindakan dan perlakuan.[7]
Kadang-kadang orang menilai baik buruknya orang itu tergantung pada baik-buruk pada pendidikan yang di berikan di tempat-tempat pendidikan resmi seperti sekolah dll, tetapi melupakan betapa besarnya akibatyang mempengaruhi jiwa anak-anak dari lingkungan rumah tetangga dan keluarganya.

2.3. Cara Menumbuhkan Nilai-nilai Agama pada anak usia balita
Pendidikan moral Islam dalam pada anak usia balita, berdasarkan beberapa unsur sebagai berikut:[8]
a.       Menanamkan akidah yang sehat
Bersumber dari Rafi’ RA, ia berkata, “Aku melihat Rasululah SAW menyerukan adzan shalat ke telinga Hasan bin Ali ketika ia baru saja di lahirkan oleh Fatimah RA” (HR At-Tirmidzi)[9]
Demikianlah Rasulullah SAW yang menyuarakan adzan ketelinga seorang anak yang baru saja dilahirkan, padahal ia belum bisa mendengarkan. Hikmah yang dilakukan beliau adalah agar yang pertama kali didengar oleh telinga si anak adalah kalimat yang menyatakan kebesaran Allah dan kesaksian Islam. Adzan ini memiliki pengaruh yang sangat kuat dan maksud yang sangat agung di hati kedua orangtua yang bersangkutan.
b.      Latihan Beribadah
Sejak dini, seorang anak sudah harus dilatih ibadah, diperintah melakukannya, dan diajarkan yang halal dan yang haram. Allah SWT berfirman:
Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha:132)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim:6)
c.       Mengajarkan kepada anak sesuatu yang halal dan yang haram
Haram hukumnya bagi orangtua atau wali seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, memakaikan sesuatu yang tidak halal bagi orang dewasa. Jadi haram hukumnya memakaikan pakaian sutera atau emas atau bahkan cincin perak jika ia laki-laki, atau memberi makan dan minum dengan bejana-bejana yang terbuat dari emas atau perak.
d.      Belajar
Allah SWT berfirman:
Artinya: Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al-Jumu’ah: 2)
e.       Hukuman
Allah SWT berfirman:
Artinya: Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu[1479] maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. At-Taghabun:14)
f.       Persahabatan orangtua terhadap anak
Seorang bijak mengatakan “ketika anakmu telah berusia tujuh tahun, ajaklah ia barmain, didiklah ia, dan bertemanlah dengannya, kemudian biarlah ia bermain dengan anak yang belum ia kenal.” Ucapan ini mendorong agar seorang ayah bias menjadi teman yang baik dan dapat dipercaya oleh puteranya, begitu pula dengan sang ibu. Pada fase usia yang paling penting yaitu fase anak-anak dan remaja.
g.      Membiasakan anak meminta izin
Diantara adab yang patut dibiasakan oleh anak-anak ialah, meminta izin atau permisi. Allah SWT berfirman:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu[1047]. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu[1048]. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
2.4. Tujuan Penanaman Pendidikan Agama pada anak di masa balita
Untuk apa anak-anak kita suluhi dengan pendidikan agama? Apakah tujuan kita menyelenggarakan pendidikan pada umumnya dan pendidikan agama khususnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sebagai seorang mukmin kita mempunyai jawaban-jawaban yang tepat dan pasti. Yaitu:[10]
1.      Untuk membentuk manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, agar mereka betul-betul menjadi orang-orang beradab, berbudi luhur dan sempurna, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW
إِنَّماَ بُعِثتُ لأِتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ
“Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak” (HR. Baihaqi dan Malik)  
Budi dan akhlak manusia hanya dapat dijamin keluhurannya jika didalam hatinya terdapat keimanan dan rasa taqwa kepada kepada Allah, dan suatu generasi hanya dapat di jamin kejayaan jika dalam jiwa mereka terpancar budi yang luhur.
2.      Untuk mewujudkan manusia-manusiayang berilmu. Sebab hanya orang-orang yang berilmulah yang mengetahui apa yang dapat menjunjung martabatnya dan tahu bagaimana menjaga diri hal-hal yang menjerumuskan ke lembah kenistaan.
3.      Untuk melahirkan manusia-manusia yang mempunyai semangat beramal, memiliki etos kerja. Sebab orang-orang yang didalam jiwanya terdapat gairah untuk beramal dan bekerjalah yang mempunyai jaminan kuat untuk menjadi orang yang kuat, terhormat, maju, rajin berusaha, percaya akan kemampuan dirinya dan tidak suka meminta-minta.


BAB III
PENUTUP

Pendidikan agama Islam akan bermuara pada pada penanaman moral atau akhlak. Sebab pada titik ini nantinya akan tercipta proses pemeliharaan dan penguatan potensi insane untuk menumbuhkan kesadaran dalam menemukan kebenaran.


Artikel Yang Berhubungan:

3 komentar:

Belajar Search Engine mengatakan...

Wah sangat bermanfaat sekali buat saya pribadi, saya yakin artikel ini juga bermanfaat banyak terhadap pembaca lainnya seperti yang saya alami.
Terimakasih bos atas infonya, sukses selalu ..!!
Salam hangat dari admin BelajarSearchEngine

septa firanti mengatakan...

Bgus bget...

septa firanti mengatakan...

Bgus bgey dan sangaat bermnfaat

Informasi Umum - Kumpulan Artikel Bebas Baca © 2009 - Bookmarking