Bukan Karena Terlalu Hot di Ranjang

Ketika suami terlalu hot, bisa saja leher istri lebam-lebam akibat sidik bibir suami. Tapi di Semarang, bibir Situn, 28, sampai perlu dijahit di RS, justru karena digigit Darlan, 36, suaminya. Terlalu hotkah dia di ranjang? Bukan, Darlan jadi begitu sadis karena istrinya terus saja ngomel  seusai hubungan intim.
Yang doyan nyokot atau menggigit, biasanya binatang buas. Dalam tatanan manusia berbudaya, saling gigit justru ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Di depan hakim Tipikor misalnya, banyak terdakwa yang nyokot teman sesama anggota DPR, karena tak mau masuk penjara sendirian. “Tiji tibeh, mati siji mati kabeh (mati satu harus mati semua),” kata terdakwa seakan mengadopsi ajaran Pangeran Sambernyawa alias Mangkunagara I dari Surakarta.
Darlan dari Semarang, bukanlah anggota DPR, bukan pula sedang bermasalah hukum. Tapi dia belum lama ini benar-benar mencokot bibir istri dalam arti sebenarnya. Jika sekedar digigit-gigit sebagai tanda kemesraan, pasti bahagialah istri. Tapi ketika gigitan itu benar-benar mendalam dan menyakitkan, maka di tengah malam buta itupun Situn berteriak lantang: “Adhuhhhhh, lara mas. Sampeyan kok nyathek kaya kucing ta (sakit, kenapa sampeyan menggigit macam kucing)?” ratap Situn kesakitan.
Rumahtangga Situn – Darlan memang sedang bermasalah. Apa persoalannya, tak begitu jelas. Yang pasti pasangan suami istri dari Tembalang, Semarang ini belakangan suka padu. Bukan dalam arti sikil papat diedu (kaki empat beradu), tapi dalam arti cakar-cakaran berebut benar sendiri. Istri menyalahkan suami, lalu ganti suami menyalahkan istri. Ujung-ujungnya, kambing hitam di kandang tak tahu apa-apa ikut pula dicari-cari dan kemudian disalahkan.
Uniknya, meski suami istri ini sering berantem, mereka tetap tidur seranjang. Bila cuaca di Semarang demikian dingin, Darlan juga mencari “kehangatan” pada istrinya. Meskipun kesal, lantaran namanya kuwajiban, Situn juga tetap melayani dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Ah, yang penting saya tak dikutuk malaikat sampai pagi hari,” kata Situn.
Beberapa hari lalu kembali cuaca tak bersahabat menyerang kampung Tembalang. Maka tengah malam pun Darlan kembali colak-colek pada istri, minta pelayanan nafkah batin. Lagi-lagi karena takut dikutuk malaikat sampai pagi, Situn segera melayani. Sungguh kasihan memang kaum wanita. Sedang tidur nyenyak, dibangunkan. Tapi setelah bangun, ganti ditiduri……..
Dan penyakit lamapun kembali hadir. Habis melayani suami, Situn kembali ngomel, memarahi Darlan yang tidak bisa mencari rejeki banyak-banyak seperti suami-suami yang lain.  Jengkelah jadinya Darlan. Belum juga dia berpakaian lengkap, istrinya segera ditubruk dan digigitlah bibir istrinya kuat-kuat hingga terluka. Keruan saja Situn menjerit-jerit macam babi di eksekusi di abatoar (rumah potong hewan).
Gegerlah warga kampung Tembalang. Malam itu juga Situn dilarikan ke Ruang UGD RS Karyadi, dan menerima beberapa jahitan di bibirnya. Saking dongkolnya, dia lalu melaporkan suami ke Polres Semarang dengan tuduhan KDRT. Polisi pun telah mengingatkan, meski soal sepele, tapi suami bisa masuk penjara gara-gara laporannya. “Terserahlah…..!” ujar Situn enteng.
Lha kalau suami kedinginan, nyalakan kompor ya mbak? (SM/Gunarso TS)

Artikel Yang Berhubungan:

Tidak ada komentar:

Informasi Umum - Kumpulan Artikel Bebas Baca © 2009 - Bookmarking